7 Tips Menulis Novel Yang Baik dan Benar

7 Tips Menulis Novel Yang Baik dan Benar

Menulis novel memang tidak bisa sembarangan, perlu cara dalam penulisan yang secara sistematis agar cerita dapat dibuat dengan baik. Nah, salah satu penulis buku terkenal di Indonesia yaitu Raditya Dika juga memiliki jurus sakti bagaimana supaya menulis novel bisa dilakukan dengan baik dan benar.

Tips menulis novel dari Raditya Dika ini saya dapat dari channel YouTubenya. Lalu bagaimana tips menulis Raditya Dika.

Yuk kita simak!

1. Buat Sebuah Alur

Dalam menulis novel jangan hanya sekedar menulis saja. Sebelum kamu menulis, pastikan telah membaginya menjadi 3 bagian. Dianjurkan harus membuat alur, yaitu bagian depan, tengah dan belakang. Fungsi alur ini untuk mempermudah saat menulis sehingga tidak terjadi kebuntuan saat tulisan telah berada di tengah.

2. Buat Premis

Lalu buatlah premis. Premis yang dimaksud adalah sebuah ringkasan dari cerita yang ingin kamu sajikan di novel nanti tetapi dirangkum ke dalam satu kalimat. Dalam premis strukturnya adalah Karakter + Tujuan + Halangan.

3. Cerita dibagi Menjadi 3 Babak

Dalam cerita perlu juga dibagi menjadi 3 babak, yaitu karakternya sangat ingin, usaha yang akan dilakukan, dan boleh atau tidak. Ceritakan kondisi dan hal yang membuat karakter si cowok ini benar-benar pengen dekat sama cewek tersebut.

Kemudian di lagi ke babak selanjutnya, ceritakan apa saja upaya yang akan dilakukan. Bisa ditulis upaya yang nantinya berhasil dan tidak. Semua itu tergantung dari kreatifitas kamu dalam menulis cerita.

4. Semua Karakter Harus Punya Kelemahan

Tips menulis novel selanjutnya adalah karakter yang akan dimunculkan harus meimiliki kelemahan. Dengan munculnya kelemahan ini akan membuat cerita semakin banyak. Pastinya dengan mengimbangi kelebihan dari karakter lainnya.

5. Gunakan Nama yang Familiar

Dalam memberikan nama pada karakter, gunakanlah nama yang cukup familiar dan biasa kita jumpai. Jangan menggunakan nama yang tidak cocok dengan karakter tokohnya. Penggunaan nama yang familiar ini akan membuat pembaca merasa percaya bahwa ceritanya memang masuk akal.

6. Kalimat pertama itu penting

Dalam menulis cerita, kalimat utama itu sangat penting dalam memulai cerita. Kalimat pembuka tidak harus diawali dengan waktu. Misalkannya “Matahari terbit saya terbangun dari mimpi buruk.” Kamu bisa juga membuatnya yang dimulai dari tengah serta membuat pembaca menjadi lebih penasaran.

7. Jangan Perlihatkan tapi Kasih Tahu

Maksud dari tips menulis novel ini seperti ini, bila ada karakter yang memiliki sifat suka bohong, jangan ditulis atau ceritakan bahwasanya dia pembohong. Tetapi sampaikan sifat itu melalui ceritanya, sehingga pembaca akan bisa membayangkan dan mengerti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 19 =