Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Advertisements
6 Tren Pengguna Seluler di Indonesia Tahun 2019

6 Tren Pengguna Seluler di Indonesia Tahun 2019

6-tren-pengguna-seluler-di-indonesia-tahun-2019

Mobile Marketing Association (MMA) menjelaskan 6 tren pengguna seluler di Indonesia tahun 2019. Tren ini bisa menjadikan strategi marketing yang cukup efektif untuk melakukan penetrasi di pasar dalam jumlah pengguna internet sampai 140 juta orang.

1. Pembayaran Digital

Dari hasil riset MDV Ventures dan Mandiri Sekularitas, pembayaran pasar mobile Indonesia akan mencapai Rp 459 triliun dari nilai total transaksi bruto tahiun 2020. Selain itu pembayaran mobile juga telah mencapai laju pertumbuhan majemuk tahunan sekitar 158% sejak tahun 2016 sampai 2020.

Dengan kehadiran platform digital seperti Grabpay, Ovo, Dana sampai Pay Pro semakin meningkatnya inklusi keuangan. Berbagai promo juga ditawarkan para pemain ini sehingga meningkatkan inklusi keuangan dan mendorong transaksi cash.

Untuk MMA, Indonesia sudah cukup adaptif dengan inovasi dompet digital sebagai metode pembayaran. Jumlah pengguna pun terus bertambah dan juga mengalami implementasi yang cukup signifikan dalam kurun waktu dekat.

2. Konten Berlangganan

Tren pengguna seluler di Indonesia yang kedua adalah peningkatan volume konten berlangganan dibanding dengan konten gratis. Maka konsumen akan banyak yang berlangganan konten dibandingkan sekedar menyaksikan konten yang secara Cuma-Cuma.

Konsumsi konten berbasis langganan seperti Iflix, Netflix, hingga Sporty semakin meningkat. Telkomsel pertumbuhannya adalah 22%, yang hampir 2 kali lipat pertumbuhan konsumsi konten gratis (12%). Selain itu, untuk pengguna platform berbayar mengkonsumsi data 7,4 kali lebih banyak dibandingkan konsumen gratis. Meskipun jumlah konten berbayar jauh lebih rendah dibanding konten gratis lainnya seperti YouTube.

3. Konsumsi Video

Tren yang kedua adalah meningkatnya konsumsi video dan tayangan vertikal. Berdasarkan data dari Telkomsel Digital, konsumsi video di tahun 2020 akan mencapai angka lebih dari 120 peta byte.

Konsumsi video naik secara signifikan di tahun 2018, yang mana Telkomsel melihat peningkatan sekitar 59% dalam penggunaan data di jaringan mereka. Peningkatan ini terdorong oleh meningkatnya masukan konten video gratis seperti Spotify, YouTube, sampai TikTok.

Konsumsi video tumbuh secara signifikan pada tahun 2018, di mana Telkomsel melihat peningkatan 59 persen dalam penggunaan data per pengguna di jaringan mereka. Peningkatan Ini didorong oleh meningkatnya pasokan konten video gratis seperti YouTube, Spotify, hingga TikTok.

4. Chatbot

Tren pengguna seluler di Indonesia sebagai pelaku bisnis sudah memanfaatkan chatbot dan kecerdasan buatan (AI) . Dua hal ini digunakan untuk meluaskan jangkauan mereka serta mendukung segala upaya pemasaran mereka. Melalui chatbot dan AI pelaku bisnis boleh melibatkan para konsumen secara pribadi sehingga percakapan lebih natural.

Adapun data dari Line Indonesia, setidaknya ada 168 akun brand yang resmi dan lebih dari 2,5 juta akun dagang. Contohnya ialah VIRA milik BCA, BNI lewat CINTA, serta Mandiri dengan.

5. Mobile Gaming

Tren yang kelima adalah mobile game bagi semua orang. Penelitian dari Pokkt, Decision Labs, dan MMA menemukan adanya 60 juta mobile gamer di Indonesia.

Angka itu akan selau meningkat ke angka 100 juta di tahun 2020. Yang menarik lagi, di dunia permainan tak didominasi oleh kaum laki-laki. Ternyata faktanya, 51% gamer Indonesia adalah kaum perempuan. Bahkan juga 41% berusia 35 tahun ke atas. Hasil riset juga menunjukkan 56% ibu yang memiliki anak berusia 10 tahun ke bawah juga merupakan para pemain game mobile.

6. Sadar AdFraud

Tren Tren pengguna seluler di Indonesia yang keenam adalah adanya kesadaran AdFraud. Berdasarkan Traffic Guard, total kecurangan iklan di Asia Pasifik diperkirakan merugikan para pemasang iklan hingga US$57 miliar di tahun 2022.

Tetapi, sebagian besar pengiklan di Indonesia masih tidak memperhatikan penayangan iklan dan bahkan tidak mengetahui masalah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *